LAPORAN OBSERVASI
PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN PAI DI KOMUNITAS ANAK
PEJUANG SUBUH SAMARINDA
Laporan ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah
Metode Khusus PAI 1
Dosen Pengampu : Imroatul Musfirah, M.Pd.I
Disusun Oleh :
Muchammad Rozzaq Auwali (1911101236)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SAMARINDA
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil’alamin, segala
puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam atas segala karunia nikmat-Nya sehingga saya
dapat menyusun laporan observasi ini dengan sebaik-baiknya. Laporan observasi
yang berjudul “Proses Kegiata Pembelajaran PAI di Komunitas Anak Pejuang Subuh
Samarinda” disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Khusus
PAI 1.
Tidak lupa saya mengucapkan
terimakasih kepada dosen pengampu atas bimbingan dan pengarahan mata kuliah “Metode
Khusus PAI 1” yang sangat bermanfaat dalam penyusunan laporan observasi ini.
Besar harapan kami, laporan observasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan
juga kami selaku penulis laporan observasi ini untuk memahami proses kegiatan
pembelajaran PAI, saya selaku pembuat laporan
observasi ini memohon maaf atas segala kekurangan dalam laporan observasi ini.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Samarinda, 09 April 2021
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL...................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN.............................................................................. 4
A.
Latar Belakang
Masalah....................................................................... 4
B.
Tujuan Kegiatan
Observasi.................................................................. 4
C.
Manfaat Kegiatan
Observasi................................................................ 4
BAB II
PEMBAHASAN ............................................................................... 5
A.
Profil
Lembaga..................................................................................... 5
B.
Proses Kegiatan
Pembelajaran PAI..................................................... 6
1. Nama Mata Pelajaran PAI............................................................. 6
2. Jenjang dan Jumlah......................................................................... 6
3. Media Pembelajaran....................................................................... 7
4. Kategori Metode Pembelajaran...................................................... 7
5. Strategi Pembelajaran..................................................................... 7
6. Deskripsi Kondisi Kelas Saat KBM............................................... 7
C.
Analisa Terhadap
KBM....................................................................... 8
BAB III
PENUTUP........................................................................................ 11
A.
Kesimpulan........................................................................................... 11
B.
Saran..................................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 12
LAMPIRAN................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa
saja dilakukan dimanapun, baik di sekolah, rumah, ataupun lingkungan
masyarakat. Di lingkungan masyarakat inipun kegiatan belajar mengajar (KBM)
dapat terjadi baik dalam suatu komunitas, lembaga kemasyarakatan, dan lainnya.
Tentunya dalam sebuah proses
kegiatan belajar mengajar (KBM) itu banyak sekali materi-materi yang diajarkan
tak terkecuali materi Pendidikan Agama Islam (PAI) baik berupa pengajaaran
akhlak, Al-Qur’an, dan yang lainnya. Dan ini merupakan suatu hal yang menarik
untuk di amati, bagaimana dalam sebuah lembaga itu menerapakan metode
pembelajaran.
Oleh karena itu observasi kali ini
adalah mengamati suatu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ada di
lingkungan masyarakat, terkait bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran,
serta bagaimana tingkat kepahaman peserta didik dalam memahami materi yang
diberikan.
B. Tujuan
Kegiatan Observasi
Kegiatan observasi ini bertujuan
untuk melakukan suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) di
Komunitas Anak Pejuan Subuh Samarinda, dan bukan hanya itu tujuan observasi ini
juga mendeskripsikan hasil observasi yang dilakukan. Hasil observasi ini juga
dianalisis terkait metode pembelajaran dan materi PAI yang diterapkan dan digunakan.
C. Manfaat
Kegiatan Observasi
Kegiatan observasi bermanfaat untuk mengetahui
metode apa saja yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di Komunitas Anak
Pejuang Subuh Samarinda serta tingkat kepahaman peserta didik dalam memahami
materi yang diajarakan oleh guru.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Profil Lembaga
1. Nama Lembaga : Komunitas Anak Pejuang
Subuh
2. Nama Pimpinan Lembaga : Ahmad Zamroni
3. Alamat Lembaga : Jl. Wiratama, Gg Al-isro
RT 03 no 28
Kelurahan : Sidodadi
Kecamatan : Samarinda Ulu
Kota : Samarinda
Provinsi : Kalimantan Timur
Kode
Pos : -
Telepon/Hp : 085247651317
Email : anakpejuangsubuh.smd@gmail.com
4. Mulai berdiri : 10 Februari 2020
5. Jenis Pendidikan/
Pengajaran : Pembinaan akidah dan akhlak anak muslim
6. Rekening Bank : BNI
no rek 0317695936 a/n Ahmad Zamroni
7. Sejarah Berdirinya : Anak
Pejuang Subuh (APS) Samarinda merupakan bagian dari Gerakan Anak Pejuang Subuh
(GAPS) yang berpusat di Jakarta dengan founder sekaligus ketuanya saat ini
adalah Pak Sidik. Pak Sidik adalah seorang pendongeng yang sering keliling ke
beberapa daerah. Qodarullah, di awal februari, Pak sidik mendapatkan undangan
untuk roadshow mendongeng ke beberapa maajid di wilayah Samarinda, salah
satunya ada masjid Al-Isro. Kesempatan Pak Sidik untuk mendongeng, ia
manfaatkan juga untuk sosialisasi GAPS. Ia kemudian menawarkan dan memotivasi
kepada pengurus masjid Al-Isro untuk membuat program Anak Pejuang Subuh. Alhamdulillah,
saat itu juga pengurus masjid Al-Isro menyetujui. seminggu kemudian diadakan
rapat pembentukan pengurus APS. Kemudian tanggal 10 februari 2020 dimulailah
program perdana Anak Pejuang Subuh. Pada awalnya, kegiatan setelah sholat subuh
diisi dengan ceramah. seiring berjalannya waktu, kegiatan lebih dikembangkan
lagi. Saat ini, selain ada ceramah, juga ada kegiatan Jum'at bersih, sedekah
sampah, sedekah jelantah, berkah box, sedekah sembako, outbound, rihlah, nonton
bareng dll.
8. Visi dan Misi :
Misi:
a. Memberikan dorongan
kepada anak untuk istiqomah sholat subuh berjamaah
b. Memotivasi anak untuk
mencintai masjid
c. Mendorong anak untuk
mencintai majlis ta'lim
d. Memberdayakan anak
pada kegiatan-kegiatan sosial
B. Proses
Kegiatan Pembelajaran PAI
1. Nama Mata Pelajaran
PAI
Mata pelajaran yang digunakan adalah akidah dan akhlak, pembelajaran
Al-Qur’an dan ada juga pembelajaran bahasa seperti bahasa inggris dan bahasa
arab. Untuk kurikulum yang digunakan tidak ada, akan tetapi memliki tujuan
pembelajaran yaitu, mewujudkan generasi anak muslim yg taat Allah, taat Rosul
SAW, berbakti kepada orangtua, serta bermanfaat bagi sekitarnya.
2. Jenjang dan Jumlah
Untuk jenjang tidak ada, akan tetapi dalam proses kegiatan belajar mengajar
(KBM) ini dipisah menjadi 2 bedasarkan umur, yaitu anak usia PAUD hingga 5 SD
dan 6 SD hingga SMA. Hal ini bertujuan agar materi yang di sampaikan bisa
tersampaikan dengan baik sesuai dengan tingkatan mereka, karena jika dicampur maka
akan takut menimbulkan ketidak pahaman terhadap murid yang usianya masih kecil.
3. Media Pembelajaran
Media
yang digunakan berbagai macam seperti media papan tulis, media gambar dan juga
media slide serta menggunakan media berupa vidio. Tentunya dengan media yang
berbeda-beda ini membuat peserta didik tidak jenuh dan pembelajaran akan
menjadi lebih menyenangkan
4. Ketegori Metode
Pembelajaran
Dalam
proses kegiatan pembelajaran ini ada berbagai macam metode yang digunakan
seperti metode hiwar (Tanya Jawab), Metode Nasehat, Metode Ceramah dan Metode
Targhib wa Tarhib. Dalam proses pembelajaran yang terjadi saya mengamati para
guru ataupun pemateri menggunakan metode seperti yang diatas akan tetapi untuk
metode targhib dan tarhib, kurang atau jarang digunakan dalam pembelajaran.
5. Strategi Pembelajaran
Untuk
strategi pembelajaran yang digunakan yaitu strategi pembelajaran kontekstual
yang mana strategi ini membantu siswa mencari makna dalam materi yang dikaitkan
dengan kehidupan sehari-hari. Adapun strategi yang digunakan juga yaitu
strategi ekspositori yang mana strategi pembelajaran ini menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal (ceramah atau diskusi) dari seorang
guru kepada sekelompok siswa yang akan mengalami pembelajaran dengan maksud
agar siswa dapat menguasai materi.
6. Deskripsi Kondisi
Kelas Saat KBM
Sebelum
kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung ketua dari komunitas pejuang subuh
samarinda ini yaitu Ahmad Zamroni memberikan yel-yel semngat anak pejuang
subuh, hal ini dilakukan agar melihat kesiapan mereka dalam menerima materi
yang disampaikan oleh pemateri. Kondisi kelas saat kegiatan belajar mengajar
(KBM) dimulai sangat tenang dan peserta didik fokus terhadap materi yang
disampaikan, walaupun ada beberapa anak yang kurang fokus karena mungkin masih
merasa ngantuk, hal ini dimaklumi, karena menurut saya sendiri walaupun dalam
keadaan apapun mereka tetap semangat dalam melaksanakan sholat subuh berjamaah
sekaligus semangat dalam mencari ilmu. Kondisi akan sangat menyenangkan sekali
apabila pemateri dapat memahami dan memberikan gairah semnagat kepada peserta
didik, jadi menurut saya ini kembali lagi kepada pendidik atau pemberi materi
dalam melakukan metode dan strategi pembelajaran yang digunakannya.
C. Analissa
Terhadap KBM
Menurut analisa saya di dalam proses
kegiatan belajar mengajar (KBM) di komunitas anak pejuang subuh ini sangat
meyenangkan, karena metode pembelajaran yang digunakan tidak monoton hanya satu
saja dan juga media yang digunakan berbagai macam jenisnya, hal inilah yang
membuat peserta didik dapat belajar dengan sangat tenang dan menyenangkan dan
menikmati proses kegiatan belajar mengajar tersebut seperti yang kita ketahui
bersama metode hiwar itu adalah percakapan silih berganti antara dua pihak atau
lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topic yang mengarah pada suatu tujuan.[1]
Metode hiwar ini sering digunakan
oleh pemateri dalam proses pembelajaran, karena dirasa efektif apakah peserta
didik memahami materi yang disampaikan atau kurang memahami. Adapun matode nasihat
adalah suatu metode yang digunakan untuk meIuIuhkan hati seseorang terhadap
sesuatu. Metode pendidikan dengan
nasehat memiIiki pengaruh
yang cukup besar daIam membuka mata anak-anak serta
kesadaran akan hakekat sesuatu, mendorong mereka menuju harkat dan martabat
yang Iuhur, menghiasinya dengan akhIak yang muIia, serta membekaIinya dengan
prinsip-prinsip IsIam.[2]
Metode ini menurut saya cocok apabila digunakan ketika seorang peserta didik
berhadapan dengan guru langsung artinya hanya ada 1 peserta didik dengan
gurunya, karena menurut saya lebih efektif dalam mencapai tujuan yang
diinginkan, dan kelemahan dalam metode ini menurut saya apabila dilakukan
dengan banyak peserta didik maka akan sulitdan kurang dimengerti selain itu
juga setelah menasehati guru juga menerapkan agar peserta didik terbiasa dan tujuannya dapat tercapai.
Lalu ada metode ceramah yang man ini
umum digunakan oleh pendidik karena menurut rata-rata pendidik metode ceramah
ini efektif dalam pemberian suatu materi, akan tetapi setelah saya mengamati
bahwa kekurang dalam pelaksanaan metode ini adalah guru yang cenderung monoton
tanpa diberi hal-hal yang lucu yang dapat menarik fokus kembali peserta didik,
oleh karena itu pendidik harus pintar dalam menerapkan metode ini agar
metodenya berjalan dengan lancar. Untuk kelebihan sendiri dengan metode ceramah
ini cukup simple digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran akan
tetapi tingkat pemahaman peserta didik diukur dari pendidik seberapa baiknya
peserta didik ini dalam menguasai metode ini. karena yang saya amati peserta
didik ada yang paham dan kurang paham, karena kurangnya tingkat fokus mereka
terhadap guru atau pemateri yang menyampaikan materi. Untuk pendidik harus bisa
memahami dan menarik fokus kembali peserta didik dengan cara memberikan hal-hal
lucu atau lainnya.
Metode targhib dan tarhib, menurut
Samsul Uhun dalam hasil karyanya “Tarbiyah Quraniyyah” bahwa Targhib merupakan
suatu alat pendidikan yang menyenangkan dan bisa menjadi pendorong atau menjadi
motivasi belajar bagi siswa. Targhib merupakan sebuah hadiah atau suatu
ganjaran terhadap perilaku baik siswa atau peserta didik dalam proses
pembelajaran. Sedangkan tarhib memilki arti yaitu memunculkan perasaan takut
yang kuat terhadap lawannya. Metode tarhib merupakan penggunaan sebuah ancaman
yang bisa menimbulkan suatu ketakutan secara mendalam terhadap orang yang
diberi ancaman. Suyanto mengatakan bahwa metode tarhib ini merupakan sebuah
ancaman kepada siswa atau peserta didik jika ia melakukan sebuah tindakan yang
melanggar atau menyalahi aturan yang ada. Dalam istilah Al-Qur’an disebut
dengan iqab (hukuman).[3]
Hasil saya mengamati ada beberapa
pemateri atau pendidik yang menggunakan metode ini akan tetpai lebih cenderung
ke targhib atau pemberian suatu hadiah. Yang mana menurut saya ini merupakan
metode yang menyenangkan karena dapat memacu atau memberi semangat peserta
didik dalam proses pembelajaran. Waktu saya observasi saya diberikan kesempatan
untuk mengisi materi di komunitas tersebut, dan saya menerapkan metode ceram
dan sekaligus metode targhib yang mana pada saat sebelum saya memberikan materi
saya menjelaskan bahwa saya akan memberikan hadiah kepada peserta didik verupa
uang apabila dapat menjawab pertayaan saya diakhir.
Menurut saya metode yang saya
gunakan waktu itu lancar dan berjalan sukses yang mana peserta didik berebutan
dalam menjawab pertanyaan yang saya berikan, hal ini berarti peserta didik
paham dengan apa yang saya berikan jadi menurut saya keunggulannya adalah dapat
meningkatkan fokus dan memacu semangat dan motivasi peserta didik dalam
belajar. Akan tetapi kekurangnnya adalah masih ada beberpa peserta didik yang
kurang paham terkait materi hal inilah yang perlu saya evaluasi agar materi
yang saya berikan bisa dipahami oleh peserta didik. Metode tarhib ini juga
sebagai bentuk kita bershodaqah dan berbuat baik kepada peserta didik
sebagaimana firman Allah tentang metode tarhib ini
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ
فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ
النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya : (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan (QS.Ali-Imran
Ayat 134)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dalam kegiatan observasi kali
ini yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa sebuat metode pembelajaran itu
akan sangat efektif apabila tidak monoton, artinya harus dipadukan dengan
metode lain. Jika kita hanya fokus terhadap satu metode saja maka kekurangan
dalam metode itu tidak bisa ditutupi, oleh karena itu perlu adanya perpaduan
antara metode satu dengan yang lainnya agar dapat menutupi kekurangan dalam
metode yang lain sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan yang di inginkan.
Seorang guru juga harus dapat
menerapkan metode pmebelajaran yang diinginkan dan juga membuat suasana dalam kegiatan
pembelajaran itu menyenangkan, jika guru kurang bisa membuat suasana
menyenangkan maka peseta didik akan cenderung jenuh dan kurang fokus. Oleh
karena itu guru sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang
diinginkan.
B. Saran
Saran saya untuk kegiatan belajar
mengajar (KBM) di komunitas anak pejuang subuh ini guru dapat membuat suasana
pembelajaran menjadi semenarik mungkin agar peserta didik dapat terus fokus
terhadap materi yang disampaikan sehingga peserta didik yan tadinya mengantuk
atau kurang konsentrasi dapat hilang rasa ngantuknya dan lebih konsentrasi
sehingga mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari pemateri atau pendidik.
DAFTAR PUSTKA
Anggraini, Fina
Surya. “Targhib wa tarhib perspektif Al-Qur’an”, dalam jurnal
inovatif edisi no.1, Vol.IV, 2018
Eifa, Yuliana.
“Konsep Pendidikan Anak daIam AI-Qur’an Dan Hadist” daIam
JurnaI AI-Irfani STAI DaruI KamaI NW Kembang
kerrang, edisi no. 1,
VoI. II, 2018.
Syaiful Bahri
Djamarah, dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
Rineka Cipta, 2010.
LAMPIRAN
[1] Syaiful
Bahri Djamarah, et.al,
Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 94.
[2] YuIiana
EIfa “Konsep Pendidikan Anak daIam AI-Qur’an Dan Hadist” daIam JurnaI
AI-Irfani STAI DaruI KamaI NW Kembang kerrang, edisi no. 1, VoI. II, 2018.
[3] Fina Surya Anggraini, “Targhib wa tarhib perspektif
Al-Qur’an”, dalam jurnal
inovatif edisi no.1, Vol.IV, 2018










